SAMBUTAN MENTERI

Foto Menteri

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Desa dalam pengertian umum yang ada di masyarakat saat ini adalah wilayah terkecil negara Indonesia dengan persepsi keterbelakangan kondisi kehidupan dan keterbatasan sumber kehidupan. Desa selalu diasosiasikan dengan old-fashion. Namun dalam kedudukan kemandirian bangsa, desa adalah tolok ukur kemakmuran bangsa karena di desa-lah mayoritas penduduk Indonesia bertempat tinggal. Adalah sebuah anomali dimana rakyat Indonesia banyak tinggal di desa namun justru desa masih memiliki kondisi yang belum memadai bagi kesejahteraan hidup.

Karena itulah, salah satu nawacita Presiden Ir. H. Joko Widodo dan Wakil Presiden Drs. H.M. Jusuf Kalla menekankan perlunya membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan.

Membangun desa harus berpijak pada pemikiran Out of The Box, meninggalkan tata cara pembangunan normatif yang terbukti tidak memiliki efek kontinu dan jangka panjang untuk menjadikan desa bisa survival dan berkembang dalam meningkatkan kemakmuran rakyat desa. Membangun desa harus dimulai dari pola pikir modern yang mengutamakan pembangunan pondasi ekonomi desa yang diharapkan akan membangkitkan kemajuan pada elemen-elemen perikehidupan desa lainnya. Perekonomian yang berpihak pada rakyat adalah motor bagi berkembangnya kemampuan desa baik warga desa ataupun pemerintahan desa. Tumbuhnya jumlah warga desa yang menjadi produsen dan pelaku bisnis adalah indikasi kemajuan yang sangat significant terhadap dinamika kehidupan desa dimana desa tidak lagi monoton yang hanya berfungsi sebagai subjek pasif menerima bantuan ataupun sebagai konsumer saja. Desa berubah menjadi pemasok bagi kebutuhan mereka sendiri dan juga memasok kebutuhan desa ataupun daerah lainnya, bahkan bisa berkiprah di pasar nasional dan internasional.

Me-redefinisi desa menjadi Desa Masa Depan MAHADESA adalah upaya memanusiakan kembali desa sebagai wilayah yang ditempati oleh rakyat Indonesia yang berhak hidup lebih baik. Desa saat ini memiliki keterbatasan sarana dan prasarana untuk berkehidupan sosial budaya dan agama sehingga warga desa memiliki tingkat happiness ( kebahagiaan ) yang cukup. Kondisi ini tentunya akan memberikan efek kepada ketahanan dan keamanan nasional karena faktor kebahagiaan akan menurunkan resiko keamanan bangsa. Usaha untuk memanusiakan kembali kehidupan desa adalah dengan membuat Standard Operating Procedure ( SOP ) sarana dan prasarana Desa Masa Depan MAHADESA yang meliputi penyediaan sarana olah raga, sarana hiburan seperti bioskop desa, sarana kesenian, sarana keagamaan, sarana pelatihan bisnis, sarana sosial budaya, sarana informasi dan komunikasi desa, dan sarana-sarana lainnya sehingga taraf kebahagiaan masyarakat desa dapat tercapai sebagaimana yang dicapai oleh masyarakat perkotaan.

Pembangunan Desa Masa Depan MAHADESA lebih menitikberatkan pada peningkatan ekonomi desa dengan meletakkan prioritas pada bidang-bidang pokok yang memiliki efek langsung terhadap perkembangan dan kemajuan ekonomi desa. MAHADESA adalah sebuah nama brand bagi desa yang telah mencapai tingkat kemakmuran yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia. Sesuai namanya MAHADESA adalah singkatan dari : Mandiri Harmoni Dinamis Empati Sentosa Agamis.

Kita bayangkan, MAHADESA adalah sebuah wilayah terkecil bangsa Indonesia yang telah memiliki sistem perokonomian stabil, rakyatnya memiliki pekerjaan dan industri dengan skala kecil menengah namun telah bisa memasok kebutuhan desa lainnya, bahkan dengan e-commerce yang dimiliki, desa mampu berkontribusi ke pasar nasional dan internasional. Warga desa memilki sarana taman bermain, bioskop desa, kolam renang, badminton, sepakbola, sanggar tari, paduan suara bahkan antar desa sudah terbiasa mengadakan lomba-lomba yang selama ini hanya dilakukan oleh orang kota.

Fasilitas telekomunikasi sudah tersedia dan menjadi hiburan sehari-hari rakyat desa. Listrik dan air bersih bukan lagi menjadi kendala dalam kehidupan mereka. Sekolah-sekolah telah menjadi wadah untuk menciptakan tenaga kerja baru. Bank-bank mengelola dana rakyat desa hingga ratusan milyar. Dan yang paling didambakan adalah mindset dan pola pikir rakyat desa yang sudah setaraf dengan pola pikir modern namun tetap berkoridor pada tatanan agama dan budaya setempat.  Itulah gambaran MAHADESA sebuah sasaran pembangunan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  dalam 5 tahun ke depan

Untuk membuka jalan menuju sasaran 5 tahun ke depan, maka Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah merancang, menata, dan mewujudkan website DesaOnline yang merupakan Sistem Infomasi Desa sebagai wujud integrasi, penajaman, penyempurnaan, dan optimalisasi basis e-Goverment yang ada sebelumnya. Sistem Informasi Desa ini tentunya menjadi wahana komunikasi yang akan berdaya guna dan berhasil guna bagi Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintahan Desa dan masyarakatnya dalam rangka mewujudkan MAHADESA yang didambakan.

Semoga Sistem Informasi Desa terintegrasi ini memperoleh ridho Allah SWT, serta senantiasa memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran bangsa Indonesia.

Wassalamu’alaikum wr. Wb.

Marwan Jafar